Pakan Ayam Aduan Murah dan Berkualitas – Dalam berternak ayam khususnya memberi makan ayam tidak boleh sembarangan, banyak hal dan faktor yang harus diperhatikan agar kita dapat menghasilkan ayam aduan yang berkualitas dan bermutu. Untuk menghemat biaya, Anda tidak harus selalu membeli pakan jadi yang tentunya lebih mahal. Anda bisa membuatnya sendiri dari bahan alami yang lebih murah, namun tetap bernutrisi tinggi.

Pakan Ayam Aduan Murah dan Berkualitas
Pakan Ayam Aduan Murah dan Berkualitas

Bahan pakan ayam terdiri dari bahan kering dan air yang diberikan sesuai dengan jenis, usia, dan kebutuhan ayam. Tidak seluruh jenis ayam bisa diberi jenis pakan yang sama, beda jenis ayam beda pula pakannya. Untuk menghasilkan ternak yang baik, pakan harus mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, yaitu protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin.

Saat ini, tersedia berbagai macam jenis pakan ayam siap pakai yang dijual di pasaran, mulai dari yang harganya murah hingga yang mahal. Anda bisa memilih sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia.

Dengan membeli pakan ayam yang sudah jadi, Anda memang bisa menghemat waktu. Namun, jika jumlah ayam cukup banyak, biaya yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit. Saat terjadi kenaikan harga pakan sementara harga ayam tetap, muncul masalah karena Anda akan mengalami kerugian.

Baca Juga: Segudang Manfaat Daun Pepaya Bagi Ayam Bangkok Aduan

  • Dedak Padi

Dedak padi atau disebut juga bekatul merupakan limbah dari proses pengolahan padi menjadi beras. Dedak merupakan jenis pakan yang paling dikenal dan paling sering diberikan karena mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Namun, karena mengandung 11% – 12% persen serat kasar yang sulit dicerna, pemberian dedak pada ayam muda harus dibatasi.

Anda bisa menilai kualitas dedak dari kepadatannya, yaitu dengan cara menggenggamnya sambil ditekan kuat. Jika saat genggaman dilepas dedak tetap menempel pekat satu sama lain, berarti kualitas dedak tersebut bagus. Sebaliknya, jika setelah genggaman dilepas dedak langsung terurai kembali, hal itu menunjukkan dedak mengandung banyak sekam. Kualitasnya kurang bagus bahkan rendah.

Dari teksturnya, ada dedak yang halus dan ada pula yang kasar, tergantung kandungan unsur sekamnya. Pilihlah dedak yang halus karena kandungan vitamin B dan proteinnya lebih tinggi dan serat kasarnya rendah. Dedak juga mengandung banyak lemak, sehingga akan menggumpal dan berbau tengik jika disimpan terlalu lama.

  • Singkong

Selain dedak, singkong juga banyak digunakan sebagai bahan pakan ternak ayam. Namun, meskipun kandungan energi metabolisnya cukup tinggi, singkong memiliki kandungan protein relatif rendah, yaitu hanya 2 – 3%. Banyaknya singkong yang digunakan sebagai bahan pakan sebaiknya tidak lebih dari 20% dari total ransum, karena menyebabkan feses basah.

Singkong juga mengandung zat antinutrien sianogenik glukosida, terutama pada jenis singkong pahit. Untuk menghilangkan kandungan zat antinutrien ini, singkong harus dijemur dahulu sampai menjadi gaplek sebelum digunakan sebagai bahan pakan ayam.

  • Sorgum

Sorgum memiliki banyak sebutan lain, seperti cantel, cantrik dan batar tojeng. Sorgum hanya diproduksi di daerah tertentu. Kandungan protein pada sorgum cukup tinggi dan mengandung xantofil. Namun, sorgum juga mengandung tanin, zat antinutrisi yang mengakibatkan ayam sulit mencerna protein, pertumbuhan melambat, dan terjadi kelainan pada kaki.

Kandungan tanin bisa dilihat dari warna sorgumnya, apakah putih atau berwarna merah, cokelat, atau warna lainnya. Semakin gelap warnanya, semakin tinggi pula kandungan tanin-nya. Untuk menurukan kandungan tannin, sorgum harus melalui proses pengupasan kulit luar, perendaman, dan fermentasi.

Boss Juga Bisa Kirim Via :

Telegram : +62812-2222-995
https://t.me/bolavita
Wechat : Bolavita
WA : +62812-2222-995
Line : cs_bolavita
Link Official Bolavita : http://159.89.197.59/

 

Tinggalkan Balasan

Close Menu
WhatsApp chat